UAS MODIFIKASI PERILAKU Dosen Pengampu

UAS MODIFIKASI PERILAKU
Dosen Pengampu : Dr. Miftakhul Jannah M,Si., Psikolog
Nama : Achmad Rizani
NIM : 15010664064
Kelas : 2015 B
Perilaku individu yang dapat di modifikasi perilakunya berdasarkan uraian artikel yaitu perilaku merokok pada remaja. Dalam hal ini perilaku merokok pada remaja merupakan tindakan yang negatif di karenakan remaja yang masih berstatus pelajar seharusnya lebih mengedepankan atau mementingkan proses belajar yang di ikuti di sekolah di bandingkan merokok yang itupun uang dari hasil pemberian orang tua dan rokok juga mengandung zat adiktif yang berbahaya bagi kesehatan. Dan perilaku merokok ini termasuk dalam perilaku yang dapat di amati atau biasa di sebut overt. Prosedur modifikasi perilaku didesain untuk mengubah perilaku, bukan karakteristik pribadi atau sifat. Di dalam modifikasi perilaku, perilaku yang akan dimodifikasi disebut sebagai perilaku target. Pada kasus perilaku merokok ini termasuk pada behavioral excess yaitu perilaku target yang negatif (tidak layak) yang ingin atau akan di kurangi frekuensi, durasi dan intensitasnya.

Tujuan dari modifikasi perilaku tersebut dalam hal ini perilaku merokok adalah untuk mengubah perilaku para perokok aktif khususnya remaja yang merokok. Pada dasarnya remaja merupakan masa di mana seseorang mencari jati diri, jadi faktor seseorang merokok bisa jadi tidak berasal dari dirinya sendiri, hal ini bisa berasal dari lingkungan pergaulan dimana mereka di sini hanya melakukan konformitas atas apa yang ada di lingkungan sekitarnya yang berlanjut menjadi seorang pecandu rokok. Dan modifikasi perilaku dalam kasus ini bertujuan untuk mengurangi perilaku maladaptif atau perilaku yang kurang layak dilakukan oleh remaja dalam hal ini perilaku merokok sehingga ingin atau akan di kurangi frekuensi, durasi dan intensitasnya. Karena tujuan dari modifikasi ini adalah mengubah perilaku dari target, maka di usahakan di fokuskan pada perilaku target yang akan di ubah tanpa keluar dari perilaku target yang akan di ubah agar proses modifikasi yang di lakukan dapat berjalan dengan baik sesuai prosedur maupun teknik modifikasi yang di gunakan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Cara mengukur hasil perubahan modifikasi perilaku dalam hal ini perilaku merokok khususnya pada remaja di dasarkan pada dimensi yang ada pada modifikasi perilaku dalam kasus perilaku merokok ini yaitu intensitas dan frekuensi. Di mana dalam memodifikasi perilaku bisa di katakan berhasil apabila dapat mengurangi atau meningkatkan perilaku yang akan di ubah. Dan di sini perilaku yang akan di ubah yaitu perilaku merokok sehingga perilaku merokok tersebut harus di kurangi atau bisa di hilangkan. Dalam mengukur perubahan dari segi intensitas modifikasi perilaku merokok di katakan berhasil bila subyek mengalami penurunan dalam intensitas dalam merokok. Contohnya yaitu subjek awalnya merokok setiap 1 jam dan bisa menghabiskan 2 bungkus rokok setiap harinya setelah menjalani proses modifikasi perilaku subjek mengalami penurunan menjadi berkurang atau bisa jadi perilaku merokok tersebut dapat hilang. Selanjutnya yaitu mengukur perubahan dalam segi frekuensi sama dengan intensitas yaitu modifikasi perilaku merokok dapat di katakan berhasil jika subyek dapat mengurangi atau menurunkan frekuensi dalam perilaku merokok. Contohya yaitu subjek awalnya selalu menghabiskan 2 bungkus rokok setiap harinya setelah menjalani proses modifikasi perilaku subjek mengalami penurunan menjadi berkurang atau bisa jadi perilaku merokok tersebut dapat hilang.

Teknik modifikasi perilaku yang saya pilih yaitu CBT (Cognitive Behavior Therapy) dan extinction. Pada kasus perilaku merokok teknik CBT (cognitive behaviour therapy) diperlukan untuk perubahan pola pikir pada subjek dalam menyikapi keadaan dirinya yang mengalami ketergantungan dengan cara belajar untuk berkata tidak dan mengarahkan kebiasaan merokok yang dialami subjek kearah yang lebih positif. Seperti yang kita ketahui bahwa ketika melihat seseorang yang sudah kecanduan khususnya dalam hal merokok sangat untuk melepaskan diri dari hal tersebut, maka dibutuhkan beberapa treatment yang harus diawali pada adanya kesadaran terhadap diri sendiri bahwa dirinya ingin berhenti merokok. Selanjutnya setelah menggunakan CBT juga diperlukan teknik modifikasi lainnya yaitu token ekonomi karena token ekonomi efektif diterapkan pada anak-anak, kemudian bisa melatih pengguna rokok dalam menahan keinginan merokoknya dan juga mengelola dorongan dalam dirinya sendiri. Dengan token ekonomi juga diharapkan secara bertahap pengguna rokok menjauhi perilaku merokoknya secara mandiri hal itu disebabkan adanya dorongan dalam diri sendiri yang di dorong karena adanya token atau hadiah atas perilakunya tersebut.

Langkah langkah modifikasi perilaku dengan teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dan token ekonomi :
Membangun hubungan, terapi pengenalan CBT, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan bahaya rokok dan dampak merokok bagi kesehatan.

Pada tahap subjek di minta untuk mempersiapkan diri karena dalam CBT subjek harus dapat mengontrol perasaannya dan perilakunya. Sehingga subjek dapat menentukan baik buruk perilaku yang akan dia lakukan.

Menerapkan pendekatan cognitive restructuring dimana pada tahap ini bisa di gunakan untuk melihat perilaku subjek atau pemicu subjek dapat mengalami perilaku merokok tersebut sehingga dapat di carikan titik temu solusi guna intervensi lebih lanjut.

Selanjutnya memahami maupun mengenali secara jelas terkait perilaku target yang akan dikurangi atau diubah.

Memilih jenis token yang akan digunakan
Menentukan penguat cadangan atau yang diartikan sebagai hadiah
Mengelola jadwal pemberian token yang tepat.

Mengawasi jalanya proses program modifikasi yang berlangsung.

Pelatihan Keterampilan sosial
Pelatihan keterampilan sosial yang dapat diterapkan untuk kasus merokok pada remaja adalah pelatihan keterampilan sosial self-assertivenss yang merupakan salah satu program dalam penelitian Alavi, Savoji, and Amin (2013) dalam mengatasi perilaku maladaptiv, dimana dengan keterampilan sosial ini diharapkan subjek mampu meninggalkan situasi strees, dapat menanyakan informasi mengenai hal yang baru dipelajari dan memperkaya , serta mempertimbangkan ajakan orang lain dalam melakukan sesuatu terutama pada hal negatif seperti perilaku merokok (Kurtz, Mueser, Thime, Corbera, & Wexler, 2015). Puspitasari (2014) Juga menjelaskan bahwa keterampilan tersebut ditujukan agar dapat peduli, mempertimbangkan kebutuhan orang lain, dan melihat situasi dari perspektif orang lain.

Langkah langkah modifikasi perilaku berbasis keterampilan sosial asertif:
a. menentukan serangkaiaan situasi apa saja yang menimbulkan perasaan atau pikiran untuk sulit bersikap asertif.

b. subjek melakukan role play mengenai perilakunya yang diperankan orang lain dan subyek memerankan karakter lain.

c. subyek mencoba mempraktekan keterampilan yang sudah di latih pada situasi sebenarnya
d. mendiskusikan kembali hasil penerapan keterampilan pada orang yang memberikan pelatihan guna mendapatkan evaluasi terhadap keterampilan yang sudah di pelajari.

References
Ahyani, L. N., & Astuti, D. (2014). Pengaruh Cognitive Behavior Therapy dalam Memperkuat Empati pada Remaja dengan Perilaku Agresif. HUMANITAS, Vol 11-2, 121-130.

Alavi, S. Z., Savoji, A. P., & Amin, F. (2013). The Effect of Social Skills Training on Aggression of Mild Mentally Retarded Children. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 84, 1166-1170. doi:https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.06.720.

BIBLIOGRAPHY Fauzan, L. (2007). Assertive Training: Pengembangan Pribadi Asertif dan transaksi sosial. Depdiknas: UPT BK UM.

Garry, M., & Pear, J. (2015). Behavior modification : what it is and how to do it. Manitoba: Pearson Education Inc.

Kurtz, M. M., Mueser, K. T., Thime, W. R., Corbera, S., & Wexler, B. E. (2015). Social skill training and computer-assisted cognitive remediation in schizophrenia. Schizophrenia Research, 162(1), 35-41. doi:https://doi.org/10.1016/j.schres.2015.01.020
Miltenberger, R. G. (2012). Behavior modification principles and procedurs. Belmont USA: Wadworth cengage learning.

Puspitasari, D. N. (2014). Pelatihan Keterampilan Sosial untuk Menurunkan Perilaku Agresif Anak. Jurnal Psikologi Tabularasa, 9(1).
Sahyani, R. (2013). Efektivitas token ekonomi untuk meningkatkan perilaku makan pada anak yang mengalami sulit makan. EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi, 2(1).
Siregar, E. Y., & Siregar, R. H. (2013). Penerapan Cognitive Behavior Therapy (CBT) Terhadap Pengurangan Durasi Bermain Games Pada Individu Yang Mengalami Games Addiction.Jurnal Psikologi, Vol 9, No 1, 17-24.

x

Hi!
I'm Eric!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out