Latar Belakang Masih banyak siswa yang menganggap pelajaran matematika itu sulit

Latar Belakang
Masih banyak siswa yang menganggap pelajaran matematika itu sulit, oleh sebab itu masih banyak pula siswa yang mengeluh kesulitan ketika diberikan soal atau pertanyaan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kemampuan pemecahan masalah pada siswa. Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu soal atau pertanyaan. Hal ini sejalan dengan pendapat Ruseffendi yang dikutip oleh Sumartini yang mengatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah sangat penting dalam matematika, bukan hanya bagi mereka yang akan mendalami atau mempelajari matematika, melaikan juga bagi mereka yang menerapkan dalam bidang studi lain dan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan yang penting dan kemampuan awal yang sangat dibutuhkan oleh siswa dalam menyelesaikan suatu pertanyaan.

Dalam BSBN pelajaran matematika yang memiliki tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan memahami, penalaran, pemecahan masalah, komunikasi, serta sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. Hal ini sejalan dengan salah satu organisasi pendidikan matematika internasional melalui National Courcil of Teacher of Mathematics (NCTM) dalam Rosliana yang dikutip oleh Suraji, dkk menyatakan bahwa terdapat beberapa aspek yang termasuk dalam kemampuan berpikir matematis diantaranya adalah kemampuan pemahaman, pemecahan masalah matematis, komunikasi matematis, penalaran dan pembuktian matematis, koneksi matematis dan representasi matematis. Oleh sebab itu, kemampuan pemecahan masalah adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Febry Sirait dan Pargaulan Siagian dengan judul “Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share dan Student Teams Achievement Division berbantuan Geogebra pada Materi Transformasi di Kelas XI SMA Negeri 7 Medan” dengan hasil yang menyatakan terdapat perbedaan hasil kemamuan pemecahan masalah antara model pembelajaran TPS dengan model pembelajaran STAD di kelas XI SMA Negeri 7 Medan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wahyu Hidayat dan Ratna Sariningsih dengan judul “Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Adversity Quotient Siswa SMP Melalui Pembelajaran Open Ended” dengan hasil yang menyatakan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan pembelajaran Open Ended.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hikmah Magfiratun Nisa, dkk dengan judul “Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMK Bergaya Kognitif Field Dependent” dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa kemempuan pemecahan masalah siswa akan lebih maksimal jika guru memberikan langkah-langkah dalam menyelesaikan suatu soal.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan orang lain sebelumnya penulis menyimpulkan bahwa dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada siswa salah satunya dapat digunakan dengan cara penggunaan model pembelajaran yang menarik serta mengajarkan siswa langkah-langkah dalam penyelesaian masalah baik dalam pemahaman soal hingga penyelesaian.

x

Hi!
I'm Eric!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out